Mereka tetap melaksanakan puasa bagi yang beragama islam. Acara sahur tak menyurutkan semangat untuk bangun demikian juga para petugas konselor ikut menemani mereka saat makan sahur.Senin,(27/04/2020).
Situasi wabah corona juga menjadi salah satu ketertiban yang diberlakukan di lembaga ini. Mencuci tangan setiap saat yang dilakukan oleh para petugas konselor adalah hal wajib mengingat klien rawat inap adiksi sangat rentan.
Kegiatan materi tetap berlangsung walau ditiadakan sesi olah raga karena dalam masa puasa bagi klien. Hal ini terkadang digantikan dengan siraman rohani oleh petugas konselor.
Para klien tentu saja sangat menikmati suasana kekeluargaan itu, tidak lagi terpikirkan untuk pulang kampung, mengingat peraturan ketat yang diberlakukan pemerintah. Pengertian yang diberikan pada klien diterima dengan ikhlas dan lapang hati.
Lembaga rehabilitasi para penyalaguna narkoba ini sudah berjalan sejak tahun 2015 bahkan sudah mengantongi ijin IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) tahun 2018. Dan para klien yang pernah di rehab sudah sangat memuaskan terkait perubahan yang dirasakan klien maupun keluarga klien.
Pimpinan lembaga dan segenap staff yang bekerja dengan tulus selalu berharap setiap saat bahwa para penyalaguna narkoba makin berkurang terutama dikalangan remaja yang masih panjang masa depannya.
Kerjasama dan kemitraan LPAIC yang telah tersebar di beberapa polres di Sulawesi Selatan bisa mendukung kegiatan yang sesuai peraturan pemerintah untuk "Tolak Narkoba"
Kehadiran LPAIC yang beralamat di BTP Tamalanrea Jalan Kebahagiaan Utara Blok A No.63 Makassar akan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan rehabilitasi penyalaguna narkoba untuk kembali pada masa depan yang sehat.(PM)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar